
OpenClaw 2026.6.10 sudah rilis stable pada 24 Juni 2026, sekitar 10:06 WIB. Ini update kecil kalau dilihat dari jumlah PR, tapi dampaknya lumayan dekat ke workflow harian: short conversational turns, routing model, session/channel state, cron delivery, dan trusted tool policy.
Di server Rama Digital, update dari 2026.6.9 ke 2026.6.10 juga sudah masuk. Versi lokal setelah update terbaca OpenClaw 2026.6.10 (aa69b12).
Kesimpulan cepatnya: rilis ini layak diambil, terutama kalau OpenClaw dipakai untuk Telegram, cron, provider eksternal seperti Zai/GLM, dan workflow yang sensitif terhadap tool approval. Tapi karena beberapa issue baru muncul di hari yang sama, upgrade tetap perlu smoke test. Jangan berhenti di openclaw --version.
Sumber resmi:
- OpenClaw 2026.6.10 release: https://github.com/openclaw/openclaw/releases/tag/v2026.6.10
- OpenClaw npm package 2026.6.10: https://www.npmjs.com/package/openclaw/v/2026.6.10
- OpenClaw issue tracker: https://github.com/openclaw/openclaw/issues
- Issue search 24 Juni 2026: https://github.com/openclaw/openclaw/issues?q=is%3Aissue+created%3A2026-06-24
Ringkasan cepat
- Stable latest:
2026.6.10. - Target upgrade natural: dari
2026.6.9ke2026.6.10. - Release commit:
aa69b12d0086b631b139c1435c9621a5783e3a40. - NPM integrity resmi:
sha512-LcooND2tBQw8A+kc1Ujltu3lg30bJ0w7XaeRy7eYzobb8BBdcW6DOGbwJL4vpj1vl9+gjRceOtlh5nh9OARcug==. - Fokus rilis: automatic fast mode, routing model Zai/GLM, session/channel state, cron delivery awareness, trusted tool policy, dan provider plugin onboarding.
- Bug watch hari ini perlu fokus ke delivery final reply, duplicate Telegram, model switching, Web UI context, lightContext, dan async/cron output truncation.
Apa yang berubah di 2026.6.10?
OpenClaw 2026.6.10 tidak terasa seperti rilis besar yang mengubah cara pakai dari nol. Ini lebih seperti patch operasional yang merapikan area yang sering bikin agent terasa "aneh" di production.
Pertama, ada automatic fast mode untuk short conversational turns. OpenClaw bisa masuk fast mode saat turn pendek, lalu balik ke mode normal untuk pekerjaan yang lebih panjang. Nilainya sederhana: chat ringan tidak perlu dipaksa memakai jalur berpikir berat, sementara task yang butuh reasoning tetap punya ruang.
Yang perlu dipahami: fast mode bukan sekadar fitur performa. Kalau implementasinya salah, final reply bisa pendek, hilang, atau tidak sinkron dengan progress event. Release note 2026.6.10 secara spesifik menyebut fast-mode state sekarang lebih tahan terhadap retry, fallback transition, progress event, dan normalisasi embedded/CLI/ACP.
Kedua, routing model dibuat lebih konsisten. Rilis ini memperbaiki beberapa jalur Zai dan GLM: base URL untuk synthesized GLM-5, klasifikasi overload Zhipu GLM, native /think levels dari runtime catalog, dan exposure reasoning levels untuk GLM-5.2.
Untuk operator, artinya bukan "semua provider pasti aman". Artinya, OpenClaw makin serius memperlakukan model catalog sebagai source of truth. Setelah update, tetap test provider yang benar-benar dipakai: default model, fallback, reasoning level, dan command /model.
Ketiga, session dan channel state lebih aman. Channel switch sekarang mereset stale origin fields, dan cron delivery awareness tetap menempel ke target session. Ini penting untuk agent yang bekerja lintas channel atau punya cron yang mengirim hasil ke conversation tertentu.
Keempat, trusted policies lebih tahan saat hook registry digabung. Ini area yang sering tidak kelihatan sampai ada approval-sensitive flow. Kalau tool policy hilang di tengah komposisi hook, efeknya bisa fatal: command yang harusnya butuh guard bisa salah konteks, atau sebaliknya workflow yang valid jadi tersendat.
Kelima, provider plugin onboarding ikut dibenahi. Setup sekarang refresh provider plugin registry metadata setelah provider plugin dipilih dan di-install. Ini mencegah auth continuation memakai registry lama.
Bug watch setelah rilis
Beberapa issue baru muncul pada 24 Juni 2026, setelah rilis 2026.6.10. Tidak semuanya harus dibaca sebagai blocker. Tapi untuk server production, issue ini cukup relevan untuk masuk checklist.
Issue yang paling perlu dipantau:
#96263- long-running tasks complete but agent does not reply to user.#96242- multiple independent paths cause duplicate Telegram messages.#96269-/modelsilently fails when switching to default model while running a different model.#96240-bootstrapMaxCharsdanbootstrapTotalMaxCharsterhapus pada setiap restart.#96239- gateway bisa menelan reply user-visible saat stdout tertentu membuat reply penting berada di posisi kedua.#96287- Cron Control UI tidak bisa clear savedagentTurnmodel/thinking override dengan field kosong.#96331- Web UI session context tidak preserved setelah restart, walaupun UI masih menampilkan history.#96334-lightContextbisa menyebabkan tools/rules hilang di isolated sessions.#96335- lossless-claw context engine gagal init pada v2026.6.10.#96337- route nativeanthropic-vertexmenyebabkan pure text response tidak terlihat.#96346- hasil async/cron command bisa menjatuhkan line auth/setup yang action-critical saat output truncation.
Pola risikonya jelas: sebagian besar bukan sekadar crash. Banyak yang menyentuh delivery, context, routing, dan output visibility. Itu tipe bug yang paling mengganggu agent operasional, karena user melihatnya sebagai "agent diam", "jawaban dobel", atau "agent lupa konteks".
Mana yang harus ditahan, mana yang bisa lanjut?
Kalau setup Anda memakai OpenClaw untuk chat biasa, Telegram direct, dan task ringan, 2026.6.10 tetap masuk kategori layak upgrade. Fast mode dan perbaikan routing justru berguna.
Kalau setup Anda heavily bergantung pada long-running task, cron, Web UI restart recovery, atau provider Anthropic Vertex route native, saya akan lebih hati-hati. Bukan berarti jangan upgrade. Tapi jangan update lalu langsung tinggal. Jalankan test yang memang meniru workflow production.
Untuk server Rama Digital, update sudah dilakukan dan versi lokal sudah terbaca benar. Area yang perlu dipantau setelah ini adalah final reply delivery di Telegram, cron/async result, dan task panjang yang menghasilkan banyak output.
Smoke test minimal setelah upgrade
Checklist yang saya pakai untuk update seperti ini:
- Cek versi:
openclaw --version - Kirim prompt pendek dari channel utama.
- Kirim prompt panjang yang memicu tool call atau progress event.
- Jalankan task long-running kecil, lalu pastikan final reply benar-benar sampai.
- Test Telegram agar tidak ada duplicate message.
- Test
/modelpindah ke model lain, lalu balik ke default. - Restart gateway/session kalau memang workflow Anda butuh recovery setelah restart.
- Test cron atau async task yang output-nya panjang.
- Cek apakah tools/rules tetap tersedia di isolated session kalau memakai
lightContext. - Baca log saat ada reply yang tidak muncul, bukan hanya mengulang prompt.
Smoke test ini tidak perlu rumit. Yang penting mewakili jalur asli yang dipakai user. OpenClaw sering terlihat aman di CLI, tapi masalah baru muncul di channel delivery.
Rekomendasi upgrade
Untuk mayoritas setup, OpenClaw 2026.6.10 layak diambil sebagai patch stable dari 2026.6.9. Update ini memperbaiki area yang benar-benar kepakai: fast conversational turn, model routing, session/channel state, cron delivery, trusted tool policy, dan provider plugin setup.
Namun saya tidak akan menyebut rilis ini "install and forget". Issue tracker pada hari rilis masih aktif, dan beberapa bug menyentuh area yang dekat dengan production. Jadi rekomendasinya: upgrade boleh, tapi lakukan sebagai controlled update.
Urutan aman:
- Cek resource server.
- Update OpenClaw.
- Restart service yang perlu.
- Verifikasi
openclaw --version. - Jalankan smoke test channel, model, cron, dan long-running task.
- Pantau issue tracker 12-24 jam setelah rilis.
Untuk Rama Digital, baseline lokal sekarang sudah naik ke 2026.6.10. Selanjutnya yang paling penting bukan lagi proses update-nya, tapi memantau apakah bug watch di atas benar-benar muncul pada workflow harian.


